Purwokerto (17/4) – SMP Negeri 2 Purwokerto telah melaksanakan agenda strategis dalam rangka penguatan pendidikan karakter melalui pemilihan dan pengukuhan Duta Anti Korupsi, Guru Role Model, serta Agen Perubahan Anti Korupsi. Rangkaian kegiatan ini puncaknya ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dan sertifikat penghargaan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Maret 2026, bertepatan dengan pelaksanaan apel KORPRI Siaga di Lapangan Nusantara.
Proses penentuan para penggerak integritas ini dilakukan beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis, 12 Maret 2026. Pemilihan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, kejujuran, dan keadilan melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah menggunakan aplikasi khusus yang terproteksi, di mana setiap pemilih wajib masuk menggunakan username dan NISN atau NIP masing-masing. Sistem ini menjamin bahwa setiap individu hanya memiliki satu kali kesempatan memilih, sehingga hasilnya akurat, tidak dapat dimanipulasi, dan dapat dipantau secara langsung (real-time).
Berdasarkan hasil pemilihan tersebut, terpilihlah sejumlah sosok yang dinilai mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah. Bambang Sutikno, S.Pd. ditetapkan sebagai perwakilan Guru Role Model, sementara Eko Febri Prasetio, M.Pd. dikukuhkan sebagai perwakilan Guru Agen Perubahan. Dari unsur siswa, gelar Duta Anti Korupsi diberikan kepada Raffasya Alexa Pratama, Mallory Shanessa Badrachitta, Haidar Azam Al Fatih, dan Bahaa Zytka Fatima.
Dalam arahannya, Kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menegaskan bahwa pemilihan ini bukan sekadar seremoni atau ajang bagi-bagi gelar semata. Beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pendidikan karakter yang bertujuan untuk memutus rantai korupsi sejak dini melalui lingkungan sekolah. Kepala Sekolah berpesan kepada para terpilih dengan penuh penekanan, “Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga integritas di sekolah ini, tunjukkan bahwa kejujuran adalah identitas utama siswa dan guru SMP Negeri 2 Purwokerto.”
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komite SMP Negeri 2 Purwokerto, Awal Maryono, S.H., turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif sekolah. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa komite sekolah sangat mengapresiasi langkah inovatif ini sebagai upaya nyata membangun mentalitas antikorupsi pada generasi muda. “Kami dari pihak komite berdiri sepenuhnya di belakang sekolah untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang bersih. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk memastikan bahwa kejujuran bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi setiap insan pendidikan,” tegas Awal Maryono. Beliau juga menambahkan bahwa peran orang tua dan masyarakat sangat krusial dalam mengawal nilai-nilai yang telah dideklarasikan oleh para siswa dan guru tersebut agar tetap terjaga hingga ke luar lingkungan sekolah.


