Sejarah Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Purwokerto
Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Purwokerto dilihat dari bentuknya berciri arsitektur tropis yang dibangun pada periode setelah tahun 1920, merupakan tahun periode arsitektur tropis di Indonesia. Sebagai bangunan pendidikan, arsiteknya telah mempertimbangkan aspek tropis dalam rancangannya agar siswa dapat belajar dengan nyaman di dalam bangunan. Dilihat dari layoutnya, bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Purwokerto yang telah dikaji sebagai bangunan cagar budaya membentuk U (U shape), bangunan utama menghadap ke barat kearah jalan Gereja dan di kiri dan kanan bangunan ruang kelas
ditengahnya merupakan ruang terbuka untuk lapangan upacara. Terdapat sedikit perbedaan bentuk pada jendela, (ventilasi) bouvenlicht, dan kolom pada bangunan-bangunan yang ada, yang dimungkinkan terdapat perbedaan tahun pembangunannya, namun pada prinsipnya sama bangunannya berciri arsitektur tropis. Bentuk arsitektur tropis bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Purwokerto, mempunyai karakteristik desain bangunan kolonial yang kokoh dan adaptif dengan iklim tropis berdasarkan :
- Sistem spasial menunjukkan pola ruang persegi dan denah yang simetris serta bentuk plafon yang tinggi;
- Sistem fisik dan kualitas figural menunjukkan bentuk dasar bangunan geometri persegi panjang yang terdiri dari satu lantai dan dibatasi oleh dinding satu bata yang masif;
- sistem stilistik menunjukkan atap dengan tan kolom di selasar depan dan belakang, bukaan pintu dan jendela dengan panel kayu yang masif, serta ornamen yang khas.
Teknologi arsitektur pada masa bangunan didirikan masih relatif sederhana. Dinding bangunan sebagai dinding pemikul dengan ketebalan dinding satu bata. Elemen arsitektur tropis pada bangunan dicirikan oleh keberadaan selasar, dinding yang tebal, kemiringan atap yang curam dengan overstek (mempunyai teritisan, overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias dari hujan yang disertai angin. Selain itu juga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk kedalam bangunan), bukaan jendela dan ventilasi pada bangunan yang lebar dan tinggi (mempunyai lubang untuk ventilasi udara secara silang sehingga suhu di dalam ruangan bisa tetap nyaman. Pada tahun 1946 Kantor PPK Karesidenan Banyumas berkedudukan di kota Purwokerto yang dipimpin oleh Bapak M.Samadi ini baru memiliki 2 SMP dan 1 Sekolah Guru yaitu: SMP Putri Purwokerto, dengan kepala sekolah Bapak Muntari. SMP Putra Purwokerto, dengan kepala sekolah Bapak Imam Soedarti. Pada tanggal 19 Desember 1949 sesudah persetujuan KMB di Den Haag, PPK Karesidenan Banyumas dan segenap stafnya pindah ke Kalimendong Purworejo Klampok kemudian pindah lagi ke Karang Jambu Purwokerto. Disinilah PPK Karisidenan Banyumas dibawah pimpinan Bapak R.Soetojo, memanggil putra putri pejuang RI yaitu TP, TRIP, dan IMAM untuk kembali ke bangku sekolah dan dibukalah pendaftaran baru dengan syarat syarat sebagai berikut: a. Bagi anak pejuang TP, TRIP dan IMAM tanpa tes. b. Anak umum harus mengikuti tes. Pembuatan bangku bangku diserahkan kepada Bapak Subechi Kepala ST RI, sedangkan kebutuhan lainnya seperti: papan tulis, meja guru, dll didapat dari pinjaman Residen Banyumas. Setelah semuanya siap maka tanggal 1 Maret 1950 berdirilah SMP yang diberinama “SMP Perjuangan” atau SMP Republik Indonesia (SMP RI) di Purwokerto dengan personalia sebagai berikut :
Kepala Sekolah: R.Soegiharto;
Guru Guru:
- S.Tjiptojoewono
- S.Gondowarsito
- R.Abdulah
- Wasis OB.
- Masdhuki
- R.Racjudi
- Soepangat
- Budi Sutjiro AS.
- Suprapto
- Jasiman
Staf Tata Usaha Soewandhi Pembantu TU
- Junus Karto
- Maderdja
- G.Sanbrasi
- Sanwikrama
Pada tahun itu terdapat 14 kelas dengan siswa 513 orang dan jam kerjanya sampai dengan pukul 14.00 wib. Kondisi peralatan masih sangat sederhana sebagai contoh: alat tulis menulis menggunakan kertas merang, kertas samak dan ditulis dengan tangan termasuk surat menyurat karena belum memiliki mesin ketik, dinding penyekat antar kelas banyak yang bolong, dll. Dengan adanya surat keputusan Menteri PPK nomor 5595/b tanggal 5 Agustus 1950 maka terhitung mulai tanggal 25 Juli 1950, SMP Perjuangan (SMP RI) berubah menjadi SMP Negeri II Purwokerto dibawah pimpinan Bapak Samuel Soesito pindahan dari SMP Negeri Magelang yang diangkat berdasarkan Skept Nomor 5460/c tanggal 21 Juli 1950 yang berlaku sejak 1 Juli 1950 dan sebagai wakil kepala sekolahnya adalah Soegiharto.
Perlu diketahui bahwa di Purwokerto ada SM Recomba 2 Buah yaitu :
- SM I Pool Purwokerto
- SM II Pool Purwokerto
Selanjutnya SM II Purwokerto menjadi SMP Negeri 1 Purwokerto, SMP RI menjadi SMP 2 Purwokerto dan, SM I Purwokerto menjadi SMP Bruderan Bersubsidi Purwokerto. Dengan ketetapan tersebut diatas maka murid murid SM I Pool Purwokerto diperkenankan mendaftar masuk ke SMP Negeri 2 Purwokerto tanpa syarat dan tercatat sebanyak 156 orang dari kelas I sampai dengan kelas III. Pada ujian Negara tahun ajaran 1948/1950 SMP Negeri 2 Purwokerto dapat meluluskan 100%, karena anak yang mendaftar ujain Negara saat itu hanya 1 orang (Sukarsono), dan lulus dan bagi anak pejuang diadakan ujian tersendiri.
Pada tahun 1954 terjadi mutasi jabatan yaitu dengan surat keputusan Nomor: 39240/с.1 tanggal 7 September 1954. Bapak R.Ng.Gondodiprodo dari SMP Negeri Blora diangkat menjadi kepala sekolah SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak S.Soesito yang diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Yogyakarta terhitung mulai tanggal 1 September 1954. Pada tahun 1957 Ibu Marimah Soeroso yang semula SMP Negeri 1 Purwokerto diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak R.Ng.Gondodiprodo mulai tanggal 1 September 1957 berdasarkan Skep Nomor: 95902/CI tertanggal 31 Juli 1957. Pada tanggal 1 Februari 1968 Bapak Taadi Eddy Sutristijono diangkat menjadi kepala sekolah SMP Negeri 2 Purwokerto dengan Skep Nomor: E 5623/c.I tertanggal 31 Juli 1968 menggantikan Ibu Marimak Soeroso yang memasuki masa pensiun. Pada tanggal 12 April 1984 Bapak Siswadi, BA yang semula guru SMEA Negeri Purwokerto berdasarkan SK Nomor : 26382/C/K.1.2/84 diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak Taadi Eddy Sutristijono yang menjadi kepala SMP Negeri 8 Purwokerto. Bapak Tohir Syahri berdasarkan SK Nomor: 1732 /1.03.d1/Ca.3.92 tertanggal 25 April 1992 melanjutkan tugas Bapak Siswadi, BA yang memasuki masa pensiun. Berdasarkan SK Nomor 02392/1.03.dl/Ca.3.94 tertanggal 22 Juni 1994 Вapak Tudiman Ruswijanto KS, BA yang semula kepala SMP Negeri 2 Sumbang diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak Tohir Syahri yang memasuki masa pensiun. Sejak tanggal 1 September 2000 Bapak H.Soenardi yang semula kepala SMP Negeri 2 Ajibarang dengan SK Nomor : 5196/1.03.1/KP/2000 diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak Tudiman KS, BA yang dipindahtugaskan menjadi kepala SMP Negeri 7 Purwokerto. Selanjutnya berdasarkan SK Nomor: 8212/005/2003 tertanggal 15 Januari 2003 Bapak H.M.Ardani, M.Pd yang semula kepala SMP Negeri 2 Ajibarang diangkat menjadi kepala SMP Negeri 2 Purwokerto menggantikan Bapak H.Soenardi yang memasuki masa pensiun.
Dewasa ini globalisasi telah diterapkan bahkan pada sekolah sekolah, tidak hanya pada organisasi ataupun perusahaan. Pada awal pemimpinan Bapak H.M.Ardani, M.Pd inilah awal perubahan sistem pendidikan dan SMPN2 Purwokerto menjadi Sekolah Bertaraf Internasional. Dengan adanya perubahan inilah membuat SMPN2 Purwokerto yang tadi nya hanya menggunakan ruang kelas yang biasa sekarang telah dilengkapi karpet,ac,ohp bahkan gurunya telah dibekali 1 laptop dari tiaptiap guru. Selain fasilitas sistem pembelajarannya pun telah berubah, para murid belajar dengan sistem moving class, dan terkadang outdoor. Suasana ini sengaja diciptakan agar para murid tidak merasa bosan. Namun, dibalik keunggulan ini semua juga terdapat kekurangan faktor utama adalahg biaya. Dengan fasilitas yang begitu bagus dan sangat memadai membuat biayanya pun sangat mahal sehingga terkadang tidak semua orang dapat bersekolah disitu walaupun Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Purwokerto sendiri mempunyai program Beasiswa dan PMDK. (sumber http://sarahs08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/ pengaruh-globalisasi-terhadap-smpn-2- purwokerto/)
